Sebuah kebiasaan

Pagi tadi saya baru saja menghapus 8 postingan diakun Instagram, apa pasal? Tidak penting, tidak menarik, dan nda Instagramable.

Alasan terakhir terlalu mengerikan sepertinya. tapi sadar tidak sadar, menghapus postingan di Instagram hampir pernah dilakukan semua pengguna Instagram, termasuk saya. Bahkan ada yang sudah meniatkannya, terbukti dengan adanya tagar #deletesoon. Entah apa motivasi orang macam ini.

Instagram adalah salah satu distraksi terbesar bagi setiap orang saat ini, terutama generasi milenial. Sarah Sechan mantan VJ MTV di era saya pernah mengutarakan soal ini.Β Dalam unggahan terakhirnya, keterangan yang ditulis dalam bahasa Inggris, merasa sudah banyak menghabiskan waktu mengunggah hal yang tidak perlu. Sehingga ia perlu memperbaiki hidupnya dengan lebih banyak berinteraksi dan memperhatikan orang-orang terdekatnya.

Continue reading “Sebuah kebiasaan”

Advertisements

Bacaan.

life-of-pix-free-stock-bar-wallpapers-window-leeroy-copy

Beberapa hari lalu sebuah postingan di instagram menohokku. Captionnya seperti ini “Beli buku tapi gak pernah dibaca itu dosa! feeling silly”. Dem.

Sejurus kemudian saya mencoba mengingat kapan terakhir saya (bener-bener) membaca buku, oh sudah lama ternyata. dan berakhir dengan merunut buku bacaan apa saja yang dibeli sepanjang tahun 2016. Sedikit sih untuk ukuran yang pernah jadi kutu buku. hahaha

Sejak konten digital semakin mudah didapatkan di internet, ada yang berubah dengan pilihan “membunuh waktu”. Buku (fisik) menjadi pilihan kesekian, ini opini saya loh. Dan kalau dulu sering menghabiskan waktu dengan membaca buku saat ini bisa jadi lebih banyak di depan layar monitor notebook atau tablet untuk membunuh kebosanan. Apakah kalian sama dengan saya? jika sama, angkat cangkir kopimu. tosh! Continue reading “Bacaan.”