10 Album Musik Terbaik 2016.

woman-girl-technology-music

Menit-menit injury time pergantian tahun, dan RSI belum juga mengeluarkan list album musik Indonesia terbaik tahun ini. seperti tahun-tahun sebelumnya, artikel dari mereka memang selalu saya tunggu. RSI adalah salah satu referensi bacaan musik saya selama 4 tahun terakhir. Dari artikel mereka menyoal rilisan album-album terbaik Indonesia sepanjang tahun (terkadang) saya menemukan musik atau band baru yang tak masuk dalam radar, dan selalu menarik.

Arman Dhani mengatakan bahwa tahun 2016 ini adalah tahun brengsek. Ada benarnya sih, tahun ini adalah tahun di mana musisi senior banyak yang mangkat. David Bowie salah satu yang paling massive di bicarakan di linimasa. Kemudian band-band bagus banyak yang bubar, terbaru Banda Neira dan Cause.

Terlepas dari itu, 2016 menurut saya cukup memberi kesan yang baik dan menyegarkan. Armand Maulana, Anji, Ari Lasso hingga Andra and The Backbound merilis single tahun ini. Tulus, RAN dan mantan gebetan saya Raisa mewakili arus utama yang melahirkan album di 2016 ini. Musik non-mainstream atau musik “indie” independen malah lebih menjanjikan. Sepertinya scene musik indie benar-benar memamfaatkan tren musik digital.

Continue reading “10 Album Musik Terbaik 2016.”

Advertisements

Banda Neira Bubar.

banda-neira-bubar

Dini hari tadi, melalui akun official instagram mereka, Banda Neira pamit dan secara resmi menyatakan membubarkan diri.

Setelah menempuh diskusi yang panjang nyaris setahun lamanya, akhirnya kami sampai pada sebuah kesepakatan. Kami bersepakat untuk tidak meneruskan Banda Neira. . . Bukan hal yang mudah membubarkan Banda Neira, terlebih kini karya Banda Neira bukan hanya milik kami berdua, tapi juga milik kalian para pendengar. . . Namun keputusan sudah bulat. Setelah menimbang-nimbang semua kemungkinan, kami yakin dari semua opsi yang ada ini adalah keputusan paling baik. . . Dengan berat hati, melalui surat ini kami umumkan bahwa kami telah bersepakat untuk berpisah dan mengakhiri perjalanan Banda Neira. . . Kami meminta maaf sebesar-besarnya karena tidak bisa memenuhi harapan teman-teman yang ingin kami bisa terus bermusik bersama. . . Kami hanya bisa berterima kasih sebanyak-banyaknya buat semua pendengar juga teman-teman yang banyak berperan dalam perjalanan Banda Neira. Semoga segala apresiasi, dukungan, kehangatan dan pertemanan yang kami dapatkan dari teman-teman dibalas dengan kebahagiaan dan kebaikan yang berlimpah. . . Terima kasih telah menjadi bagian penting dalam hidup kami. Sebuah kenangan yang akan selalu mengiringi ke manapun kami melangkah selanjutnya. . . Salam, Ananda Badudu dan Rara Sekar 23 Desember 2016

A photo posted by Banda Neira (@bandaneira_official) on Dec 22, 2016 at 9:05am PST

Bunyi perpisahan dari Ananda Badudu dan Rasa Sekar berulang-ulang kembali saya baca. Saya pun membatalkan niat saya untuk melanjutkan tidur, sesekali bergumam kecil “2016 ini memang tahun brengsek“.

Menengok jam weker telah menunjukan pukul 3 pagi, siaran bola belum juga mulai. makin gusar, makin sedih. sedih karena belum sempat nonton aksi panggung mereka secara live, tapi mereka udah menyatakan bubar.

Akhir 2016 ini kehilangan banyak hal, kemudian tergantikan dengan hal-hal baru. Namun untuk duo Banda Neira, rasa-rasanya nggak ada gantinya. Dua album fisik mereka hanya akan menjadi perwakilan (menyuarakan) jiwa-jiwa nelangsa yang tak tersampaikan. Continue reading “Banda Neira Bubar.”