Website-Website Lokal Yang Masuk Gudang.

073788900_1445346072-startup_2

Sejak akses internet di Palu semakin mudah disertai dengan berkembangnya media sosial dan smartphone, maka lahirlah situs-situs (website) lokal, group, forum dan akun-akun publik yang berbau informasi mengenai kota Palu.

SoalPalu salah satu akun publik yang paling hits, diakui atau tidak sampai detik ini SoalPalu adalah salah satu akun publik dengan jumlah follower terbanyak, dibelakangnya ada InfoPalu. Keduanya menjadi akun publik yang menjadi rujukan netizen untuk menanyakan berbagai macam hal yang ada di Palu. Sayang saat ini kedua akun tersebut sudah tak lagi informatif, lebih fokus menjadi buzzer. (semoga pemilik kedua akun tersebut membaca ini dan marah-marah di kolom komentar).

Sebulan terakhir disela-sela jeda loading pekerjaan kantor, saya menyempatkan untuk browsing ke beberapa website lokal. Maaf, saya tak mau menyebut “web-startup”. Karena melihat konten, pola dan inovasi sepertinya masih jauh dari kategori startup. Dan, hasil nya ternyata sisa unikpalu.com dan sudutpandang.org yang masih aktif. Website lokal lainnya ternyata telah masuk gudang alias expired.

Continue reading “Website-Website Lokal Yang Masuk Gudang.”

Advertisements

Alasan kembali ke Facebook.

pexels-photo-199497

Medio Maret 2015 setelah memposting kelahiran Katya, anak pertama saya. saya memutuskan untuk menonaktifkan Facebook. Alasannya sederhana; mengontrol ruang privasi sendiri.

Alasannya lainnya adalah Facebook waktu itu terlalu bising, sesak, crowded dan keruh. Bukan sekedar antarmuka, tapi juga dari sisi konten.Β  Awal-awal agak berat dan cukup aneh. Rasa adiksi Facebook memang sulit untuk dihilangkan. Beruntung saya tidak masuk dalam level Facebook Syndrome, jadi tidak begitu mengganggu. Toh saya punya akun Twitter untuk sekedar meracau.

Di Twitter sebenarnya sama keruhnya, begitupun jejaring lainnya seperti Instagram dan Path. Namun di Twitter saya cukup pintar menggunakan fitur list dan mute yang disediakan oleh pengembang Twitter. Jadi gak sekeruh dan se-crowded linimasa Facebook.

Sejak pertengahan tahun kemarin mulai jarang ngetwit, dan udah gak kemaruk untuk sebentar-sebentar ngintip linimasa. Hasilnya, saya ternyata jadi lebih produktif. Demn!

Berawal dari tulisan-tulisan Daily Social dan Engadget mengenai jejaring Facebook, keinginan untuk login kembali semakinΒ  membuncah. Akhirnya, kemarin siang saya balik lagi di halaman Facebook, mengganti foto profil, cover dan memposting satu foto sebagai penanda.

Ternyata jejaring Facebook telah banyak berbenah. First impression-nya adalah makin komplit, menurut saya. iya gak sih. Walaupun (isi) linimasanya masih tetep keruh, malah lebih keruh daripada yang saya kira, hoax, bot dan troll makin banyak bahkan meregenarasikan dirinya sendiri. Hufft. Continue reading “Alasan kembali ke Facebook.”

10 Album Musik Terbaik 2016.

woman-girl-technology-music

Menit-menit injury time pergantian tahun, dan RSI belum juga mengeluarkan list album musik Indonesia terbaik tahun ini. seperti tahun-tahun sebelumnya, artikel dari mereka memang selalu saya tunggu. RSI adalah salah satu referensi bacaan musik saya selama 4 tahun terakhir. Dari artikel mereka menyoal rilisan album-album terbaik Indonesia sepanjang tahun (terkadang) saya menemukan musik atau band baru yang tak masuk dalam radar, dan selalu menarik.

Arman Dhani mengatakan bahwa tahun 2016 ini adalah tahun brengsek. Ada benarnya sih, tahun ini adalah tahun di mana musisi senior banyak yang mangkat. David Bowie salah satu yang paling massive di bicarakan di linimasa. Kemudian band-band bagus banyak yang bubar, terbaru Banda Neira dan Cause.

Terlepas dari itu, 2016 menurut saya cukup memberi kesan yang baik dan menyegarkan. Armand Maulana, Anji, Ari Lasso hingga Andra and The Backbound merilis single tahun ini. Tulus, RAN dan mantan gebetan saya Raisa mewakili arus utama yang melahirkan album di 2016 ini. Musik non-mainstream atau musik “indie” independen malah lebih menjanjikan. Sepertinya scene musik indie benar-benar memamfaatkan tren musik digital.

Continue reading “10 Album Musik Terbaik 2016.”

Banda Neira Bubar.

banda-neira-bubar

Dini hari tadi, melalui akun official instagram mereka, Banda Neira pamit dan secara resmi menyatakan membubarkan diri.

Setelah menempuh diskusi yang panjang nyaris setahun lamanya, akhirnya kami sampai pada sebuah kesepakatan. Kami bersepakat untuk tidak meneruskan Banda Neira. . . Bukan hal yang mudah membubarkan Banda Neira, terlebih kini karya Banda Neira bukan hanya milik kami berdua, tapi juga milik kalian para pendengar. . . Namun keputusan sudah bulat. Setelah menimbang-nimbang semua kemungkinan, kami yakin dari semua opsi yang ada ini adalah keputusan paling baik. . . Dengan berat hati, melalui surat ini kami umumkan bahwa kami telah bersepakat untuk berpisah dan mengakhiri perjalanan Banda Neira. . . Kami meminta maaf sebesar-besarnya karena tidak bisa memenuhi harapan teman-teman yang ingin kami bisa terus bermusik bersama. . . Kami hanya bisa berterima kasih sebanyak-banyaknya buat semua pendengar juga teman-teman yang banyak berperan dalam perjalanan Banda Neira. Semoga segala apresiasi, dukungan, kehangatan dan pertemanan yang kami dapatkan dari teman-teman dibalas dengan kebahagiaan dan kebaikan yang berlimpah. . . Terima kasih telah menjadi bagian penting dalam hidup kami. Sebuah kenangan yang akan selalu mengiringi ke manapun kami melangkah selanjutnya. . . Salam, Ananda Badudu dan Rara Sekar 23 Desember 2016

A photo posted by Banda Neira (@bandaneira_official) on Dec 22, 2016 at 9:05am PST

Bunyi perpisahan dari Ananda Badudu dan Rasa Sekar berulang-ulang kembali saya baca. Saya pun membatalkan niat saya untuk melanjutkan tidur, sesekali bergumam kecil “2016 ini memang tahun brengsek“.

Menengok jam weker telah menunjukan pukul 3 pagi, siaran bola belum juga mulai. makin gusar, makin sedih. sedih karena belum sempat nonton aksi panggung mereka secara live, tapi mereka udah menyatakan bubar.

Akhir 2016 ini kehilangan banyak hal, kemudian tergantikan dengan hal-hal baru. Namun untuk duo Banda Neira, rasa-rasanya nggak ada gantinya. Dua album fisik mereka hanya akan menjadi perwakilan (menyuarakan) jiwa-jiwa nelangsa yang tak tersampaikan. Continue reading “Banda Neira Bubar.”

Telolet, Telolet.

13743280_1170170413005067_1442206665_n.jpg

Di tengah riuhnya suhu politik Indonesia, tetiba muncul tagar #telolet pada deretan trending topic Twitter. Tagar #telolet ini bahkan mengalahkan tagar terkait sidang kasus dugaan penistaan agama dan peluncuran uang rupiah tahun emisi 2016.

Ada apa dengan telolet, hingga menjadi viral? Telolet sejatinya adalah suara klakson dari bus antar-kota (daerah jawa) yang di modifikasi. Hasil pencarian saya di halaman Google, awal mulanya telolet ini adalah keisengan anak-anak kecil yang menunggu di pinggir jalan dan meminta sopir bus membunyikan klakson sambil mengacungkan tangan dan dengan rasa gembira anak-anak ini akan merekamnya.

Penelusuran saya, keisengan ini sebenarnya sudah terjadi sekitar 6 tahun yang lalu. Dan mengapa sekarang menjadi viral? ini dikarenakan tagar #telolet sudah mendunia, menjadi cuitan sebagian selebritas mancanegara. Hal paling konyol tentunya ketika Donald Trump mengunggah status serius terkait kemenangannya di Pemilihan Presiden Amerika Serikat, si mas DJ Snake malah komentar begini “Om Telolet OM“.

Virus telolet pun semakin menjadi viral ketika para Dj meremix bunyi klakson menjadi sebuah lagu. Hal ini memicu beberapa Dj mancanegara untuk mengunjungi Indonesia. Ngapain? Ya konser lah, masa main ke terminal. πŸ˜€ Continue reading “Telolet, Telolet.”